[Local] Wawancara Prabowo Subianto dengan BBC (alias, Mari Saya Tipu)

Wawancara Prabowo Subianto dengan BBC World News Impact benar2 menunjukkan bahwa Prabowo banyak berbohong untuk membentuk opini.

1. Interviewer: “We’re ten days away from the official results. What do you think that result will be?”

Prabowo: “Well all the real count that is coming in shows that I’m leading. So, I think I’m very confident that I’ve gotten the mandate of the Indonesian people.”

HAHAHAHAHAHA. Delusional.

2. Interviewer: menjelaskan bahwa beberapa poll (yg di masa lalu cukup reliable) memberikan hasil bahwa Jokowi menang.

Prabowo: “No no no no, … completely the other way around. Those institutions that you mentioned, they’re all very partisan, they have openly supported Joko Widodo for the last maybe one year. They’re actually part of the Joko Widodo campaign supporters. So they’re completely not objective, and I think they are part of this grand design to manipulate perception. So let us rely on the legal institution of Indonesia. There is General Elections Commission….we have witnesses at every polling station, …. and let the General Elections Commission decide.”

Ya, di sini kelihatan banget tidak tahu malu untuk point a finger to other people, padahal all the polling stations yg memberi data kemenangannya sendiri, adalah supporter of the Prabowo camp. Jigong menuding ingus kotor. This is I think the most revealing part of the interview, di mana dia mencoba memanipulasi pendapat internasional.

3. Interviewer: “Why are you so sure that you think you will win?”

Prabowo: “All the surveryor companies that you mentioned, they are commercial companies. I can tell you sixteen that put me ahead. ”

More lies! Sixteen companies mana? Ini bohong banget.

4. Interviewer: memberikan contoh beberapa pendapat tentang Jokowi (man of the people, etc).

Prabowo: “My rival is a product of PR campaign… he is actually a tool of the oligarchs…..  He is not a man of the people, he claims to be humble but in my opinion that is just an act.”

This is the second most important point for me, di mana dia menghina Jokowi secara terbuka. Sementara Jokowi apa pernah bilang bahwa Prabowo pura-pura merakyat padahal naik kuda Argentina harga milyaran? Yang mana yang lebih pura-pura, sir? Oh wait, you’re not even pura-puraing with the helicopters. Dan tentang oligarchs, bagaimana dengan oligarch di belakang Prabowo sendiri, penguasa media RCTI, TVOne dll? Benar-benar gak malu ya, mungkin dikiranya orang Indonesia tidak bisa bahasa Inggris? Pada titik inilah opini saya tentang Prabowo berada pada level terendah, orang ini lebih rendah dari ******.

5. Interviewer: mengungkit bahwa dulu Prabowo dikaitkan dengan penculikan dan pembunuhan aktivis.

Prabowo: “Everytime I get a lot of support in the polls, all these accusations … come up. I’m leading the third largest party in the fourth largest country in the world. I’m leading a coalition which represents two thirds of the Indonesian people. How can two thirds of the Indonesian people be so stupid to support someone who is what my rivals accuse me of being?”

Now this is just plain stupid. Bahwa dia komandan dari ko alisi yg pegang 2/3 kursi parlemen (katanya, saya sendiri belum hitung), bukan berarti 2/3 orang Indonesia mendukung dia. Makanya kita punya Pilpres langsung, one man one vote, persis untuk menunjukkan bahwa kursi di parlemen tidak menunjukkan besarnya mandan kepresidenan. Ini buah dari pengalaman pahit di masa lalu, ketika partai pemenang pemilu ditikam dari belakang oleh ko alisi partai2 gurem (I don’t know why he always pronounce it like that, as if it’s two words).

6. Interviewer: “Isn’t it about time that you address this allegations? How are you going to put an end to it?” (kelihatan interviewer berjuang mencari kata agar Prabowo mengerti bahwa dia menanyakan gimana caranya, CARAnya sir!).

Prabowo: “I have answered many many times on record…. This is just a political campaign to destroy me.”

Kalau saya dituduh mencuri, apa yang saya lakukan? Bilang berkali-kali bahwa saya tidak mencuri? Gak cukup! Saya akan menyediakan alibi, membawa orang-orang untuk bersaksi, meminta untuk dibuka pengadilannya, minta rekening saya dibuka, rumah saya diperiksa, transaksi saya diperiksa, tas saya digeledah, untuk membuktikan saya tidak mencuri. Kalau saya tidak mencuri. Sejak kapan cukup untuk bilang “I didn’t do it!” Dan dalam hal ini, Prabowo tidak punya game plan selain bilang “I didn’t do it”,which is, bahkan untuk pencuri ayam pun, tidak cukup. So he can not defend himself other than to say I didn’t do it, in which case it is increasingly looking like he is guilty. Menurut saya, jangan ragu2, Jokowi sikat saja, buka semua 1998 supaya apa yang terjadi saat itu. Dan sekalian persistiwa 1965, supaya jelas once and for all apakah Suharto melakukan kudeta (dan menghentikan nonsens tentang doi sebagai pahlawan nasional). Tapi kemungkinan Jokowi tidak akan buka, karena dia terlalu cinta damai.

Masih ada beberapa poin lain seperti penyerangan yang dilakukan oleh camp Jokowi ke tv station. Saya sendiri gak paham isu ini, setahu saya karena TVOne menuduh PDIP or someone there as communist? I don’t really care about this point krn menurut saya yg melakukan penyerangan ke TVOne juga bodoh. Perkarakan saja and SUE THEM FOR BOATLOADS OF MONEY! OR CLOSE THEM DOWN! Ngapain diserang, not worth getting your hands dirty.

Anyway, jadi kesimpulannya apa?

1. Prabowo tidak sepintar yang orang pikir atau yang dia ingin orang pikir. Dia pintar ngomong, pintar Bahasa Inggris. Bahkan mungkin ini alasan dia maju dalam karir militer, i.e. karena dia pintar ngomong dan bisa Bhs Inggris. Jaman dulu kan jarang yg punya kemampuan seperti ini. Jadi sebenarnya Prabowo ini biasa-biasa saja, tidak pintar apalagi brilyan. Makanya gagal terus, sudah dapat semua fasilitas tetap gagal dalam karir sebagai militer (salahkan TNI kalau Timtim lepas, kalau diperlakukan berperikemanusiaan tentu senang di bawah Indonesia) dan tidak visioner (he bet on the wrong side of democracy, on the wrong girl,….. etc).

2. Prabowo tidak segan memutarbalikkan fakta bahkan berbohong dan melakukan penipuan. Didikannya intelijen, ya harusnya memang telah didik untuk itu, tapi selain itu doi juga tidak punya malu untuk menuding orang lain menipu, padahal dia sendiri yang menipu.

3. Prabowo seperti anak kecil, yang kalau tidak dapat apa yang dimau, merengek2. Dan dia bisa diperdayakan oleh orang-orang yg menjilat pantatnya (mana ahli statistik dan matematiknya, mana?!). A poor judge of character.

Hampir setengah orang Indonesia bisa dibohongi oleh Prabowo dan mesinnya. It is a sorry state.

 

 

 

Thoughts? Leave a comment!