[Local] Menolak Lupa Karena Gak Inget? Teeet!

SERIBU TIGA
Kena marah gak ya sama H? Ah cuek aja, hantam dulu, nanti tinggal diturunkan tho?!

Facebook is full of stupid people statements. Tempo hari lihat noni yang menolak lupa kalau Megawati menjual asset-asset negara dengan harga 30% dari nilainya. Ya semacam itulah. And she thinks it’s bad! Oh my god, baru sadar bahwa statement menolak lupa itu gak applicable ke semua orang. Lha kalau tidak mengalami dan tidak mengerti? Apanya yang mau diingat? Kayaknya dia pikir gini nih yang terjadi.

Mega (istri muda): Pah, tas-tas Mbakyu Tien buat saya saja. Mbakyu kan sudah tidak pernah ke luar lagi?

Bapak Budi: yo wis, ambil deh

Mega: Yess! [Dalam hati: tak jual, biar bisa beli tas model baru].

Mega di pasar: Dibeli-dibeli! Hermes, LV, Chanel, authentic lho, vintage!

Patricia (nyonya asing): Lha tapi ini umurnya sudah 30 tahun, jadul dari 60-an, mana sudah kikis dan color transfer. Saya beli Rp300rb per piece ya.

Mega: Bungkus!

Lha bukan begitu ceritanya. Begini lebih pas.

Tahun 1:

Tien: Papi, saya beli Birkin 10, tolong masukkan di cicilan BNI yo, 10 tahun.

Bapak Budi: Okey

Tahun 2

Tien: Papi, saya beli Birkin 20, Tuti beli 9, Mimi beli Volvo, Tom beli pabrik mobil. Cicilan ke Bank Duta yo.

Bapak budi: Okey

Setiap tahun begitu, sampai tahun ke (itung dulu) 15 deh.

Petugas BNI: Bagaimana bu ini cicilannya jatuh tempo semua. Matik saya, sudah ditanya atasan saya!

Petuga Bank Duta: Haduh haduh haduh ibuuuu, saya sudah seminggu gak tidur, dicari bos, cicilan ibu jatuh tempo semua. Semua!

Tien: Lha gimana tho, bukannya bapak sudah bayar

Bapak Budi: Saya pikir kamu dan Oom Bob sudah bayar. Gak ada uang sekarang.

Tien: Yowis dijual saja barangnya, buat bayar hutang. Ibu RT mau beli? Bagus-bagus ini barang paling yahud, jarang ada! Hard to find! Dicari orang. Buat bayar hutang bu, dikejar2 debt collector ini, si Tuti sudah dicolek2.

Mega (Ibu RT): Barangnya apa? Bagus bener ya? Harga berapa?

Tien: Masa saya bohong sama Ibu RT! Bagus, 100jt saja semua.

Mega: Kasihan saya sama si Tuti dicolekcolek, yowis saya beli semua.

Di pasar:

Mega: Dijual-dijual! Ada seratus, masing2 Rp1jt, murah dan bagus. Branded!

Seminggu, dua minggu, sebulan, empat tahun! Gak ada satupun yang beli. Karena ada KRISIS di seluruh dunia! Jadi banyak yang pada jualin tas mereka murah2. Sementara pembeli berkurang, karena banyak orang jatuh melarat (wong krisis tho). Duitnya Mega mati di gudang, buat apa 100 tas. Padahal Mega perlu duit buat beli susu anaknya. Tukang susu gak ada yang mau barter dengan Birkin. Akhirnya Patricia datang (asing, lha gitu aja gak inget)

Patricia: Lha kemarin saya lihat yang beginian di Thailand, persis sama, 300rb-an saja! Malah di Korsel juga ada lebih lengkap dan bagus kondisinya, apiiik tenan kata temen saya. Ini punya ibu, selain kikis-kikis, ada color transfer, ada yang palsu pulak! *melangkah pergi*

Mega: Eeeeh tunggu tunggu tunggu! Yowis, kalo ambil semua, satunya Rp100ribu saja!

Patricia: Okeh.

———-

Begitu jalan ceritanya pemirsa. Mau inget atau lupa, sakarepmu. I must admit though, I enjoyed writing this. Have I found my calling?! *penulis ludruk*

Kalo mau versi panjang bisa baca INI, INI, atau INI. A bit random, whatever comes on google, I guess.

 

 

 

 

 

 

Thoughts? Leave a comment!